Fakta Unik Tentang Deodorant

Fakta Unik Tentang Deodorant

Tubuh manusia yang berkeringat lalu mengeluarkan aroma tak sedap sebenarnya adalah hal yang wajar, karena kulit manusia pada saat itu bersentuhan langsung dengan bakteri.

Seiring berkembangnya zaman manusia dituntut untu tampil sempurna, Sebisa mungkin tidak ada bau tak sedap dari badan. Sebisa mungkin ketiak tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap, untuk itulah produk deodorant dan antiperspirant menjadi sangat laris di jual dipasaran.

Ternyata ada beberapa fakta unik seputar dedorant yang masih belum banyak kita ketahui:

 

Tidak Semua Orang Ternyata Membutuhkan Deodorant

Ada orang yang sepanjang hari berkeringat tapi tubuhnya tidak tercium bau tidak sedap walaupun tidak memakai deodorant. Ada juga yang baru saja mandi, namun badannya sudah tidak sedap. Fenomena seperti ini sebenarnya menjelaskan bahwa tidak semua orang membutuhkan deodorant, tergantung dari gen masing-masing orang.

 

Belum Ada Yang Tahu Penyebab Fenomena Noda Kuning

Pabrik yang memproduksi deodorant dan antiperspirant pun ternyata sampai sekarang masih belum mengetahui darimana asal noda kuning yang biasanya membekas dibagian ketiak. Teori yang masih memungkinkan adalah reaksi dari zat alumunium yang terkandung pada antiperspirant yang bersentuhan dengan keringat.

 

Anda Bisa Membuat Deodoran Sendiri Secara Alami

Beberapa minyak tumbuhan dipercaya bisa menghilangkan dan membunuh bakteri penyebab bau badan. Namun karena bahan alami, kadang hasilnya tidak sebaik deodoran buatan pabrik. Tapi bagi Anda yang tidak suka terpapar bahan kimia, bahan alami ini bisa menjadi pilihan.

Tubuh Bisa Kebal Antiperspirant

Ada beberapa orang yang kebal dengan antiperspirant. Walaupun sudah memakai antiperspirant, tetap saja tubuhnya berkeringat. Hal ini diperkirakan karena tubuh manusia dapat beradaptasi dan tetap mengeluarkan keringat sebagai sisa metabolisme.

 

Deodoran Tidak Peduli Anda Pria Atau Wanita

Dalam pemasaran, deodoran selalu dibedakan untuk pria atau wanita, namun hal itu tidak sepenuhnya efektif. Faktanya adalah.. wanita memiliki lebih banyak kelenjar keringat, namun pria berkeringat lebih banyak ketimbang wanita. Namun bahan aktif dalam deodoran tidak ada bedanya, biasanya yang berbeda hanya aromanya saja.

 

Antiperspirant tidak 100 Persen Menghentikan Keringat

Dalam antiperspirant selalu ada bahan senyawa aluminium untuk menghentikan kelenjar keringat ekrin. Namun badan kesehatan Amerika hanya mengizinkan pengurangan keringat sebesar 20 persen saja. Sehingga label menghentikan keringat sepanjang hari hanyalah iklan semata

 

Deodoran Sudah Ada Sejak Zaman Mesir Kuno

Menurut New York Time, deodoran bukanlah barang baru. Produk ini sudah ada sejak zaman Mesir Kuno. Bedanya, orang Mesir Kuno menggunakan parfum dan wewangian yang dioles pada bagian lipatan tubuh, termasuk ketiak. Sedangkan deodoran modern pertama kali dipasarkan tahun 1881 dengan merk Mum. Sedangkan antiperspirant pertama datang 15 tahun kemudian dengan merk Everdry.

 

Deodoran Dapat Membunuh Bakteri

Keringat tidak menyebabkan bau badan, bahkan keringat tidak ada baunya. Yang membuat tubuh seseorang bau adalah campuran keringat dan bakteri. Karena itu, beberapa jenis deodoran berfungsi membunuh bakteri. Sedangkan antiperspirant menahan sebagian keringat.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *